Minggu, 22 November 2015

Shaolin Kungfu

Bermula dari P’u-t’i Tamo (Bodhi Dharma), seorang pendeta Budha bangsa India yang datang ke Tiongkok sekitar tahun 505 – 556 AD. P’u-t’i Tamo menetap di kuil Siauw Liem, mengembangkan ajaran Buddha Ch’an (Zen).
Suatu hari beliau tampak terkejut karena hampir sebagian besar para bhiksu terlihat terkantuk-kantuk saat mengikuti pelajaran agama. Sejak itu para bhiksu Siauw Liem diwajibkan berlatih 18 jurus Senam Penyehat Tubuh yang dibawa dari India. Senam tersebut ditujukan untuk menyehatkan tubuh para bhiksu, karena mereka harus duduk berjam-jam mendengarkan pelajaran agama. Senam tersebut ternyata di  kemudian hari memberikan warna khusus pada ilmu silat Siauw Liem Sie.
Dengan berjalannya waktu, apalagi sepeninggal P’u-t’i Tamo, kedelapanbelas jurus senam penyehat tubuh tersebut hampir saja hilang, dilalaikan oleh para bhiksu. Untunglah, seorang muda ahli Kung Fu tangan kosong dan pedang versi daratan Tiongkok masuk menjadi bhiksu di kuil Siauw Liem. Beliau, yang kelak kemudian berjuluk Ciok Yen Shang Ren, dengan tekun dan sungguh-sungguh mulai membenahi ke-18 jurus tersebut dan mencampurnya dengan ilmu Kung Fu-nya. Terciptalah ilmu yang baru, 72 jurus, yang dinamakan Shaolin Kung Fu, karena tercipta di kuil Siauw Liem.
Untuk mencari pendekar ahli Kung Fu yang bisa menyempurnakan ilmunya, beliau mengembara. Ketika berada di kota Lancow, beliau melihat seorang tua dihadang oleh seorang penjahat yang bertubuh kekar. Anehnya, ketika penjahat itu melancarkan serangan, hanya dengan ketukan jari tangan yang tampaknya dilakukan dengan ringan membuat penjahat itu jatuh pingsan. Beliau memperkenalkan diri dan secara jujur menceritakan tujuan pengembaraannya. Ternyata orang tua itu adalah pendekar Kim Na Jiu (Jujitsu versi Kung Fu). Orang tua itu cuma menyebut nama marganya, Lie. Dengan perantaraan orang tua itu, beliau dapat berkenalan dengan pendekar Pai Ie Fung, pendekar tanpa tanding dari propinsi Shansi, Henan dan Hopei. Ketulusan hati Ciok Yen Shang Ren dapat mengetuk hati kedua pendekar tersebut, sehingga mereka mau tinggal di kuil Siauw Liem untuk menyusun suatu ilmu baru berdasar ke-18 jurus Senam Penyehat Tubuh warisan Tatmo Cou Su, ditambah ke-72 jurus Kung Fu Ciok Yen Shang Ren, dan digabungkan dengan ilmu kedua pendekar itu sendiri. Demikian, akhirnya tercipta 182 jurus Shaolin Kung Fu yang dapat dibagi dalam lima macam permainan Kung Fu: JurusNaga, jurus harimau, Jurus Macan Tutul, Jurus Ular dan Jurus Bangau.

Jeet Kune Do

~JEET KUNE DO~
Jeet Kune Do, merupakan
gaya atau konsep seni
beladiri yang diciptakan
oleh aktor sekaligus
martial artist terkenal,
Bruce Lee. Beladiri ini didasarkan oleh filosofi
kesederhanaan,
keterusterangan dan
kebebasan, dan sering
disebut sebagai gaya yang
tidak tertentu. Bruce Lee,
dikenal sebagai seseorang yang mempunyai kemampuan yang spektakuler yang banyak ditampilkan dalam film-film beladiri yang dibintanginya. Selain itu,sejak ia berlatih di Wing Chun, ia juga di kenal sangat berbakat. Lee mulai
mengembangkan sendiri seni
beladiri yang telah ia pelajari di tahun 1960-an yang digabungkan dari berbagai elemen dan bentuk seni beladiri inilah hasil yang
menjadi latar belakang dari
bela diri ciptaannya, yaitu
Jeet Kune Do, yang menekankan pada melakukan hal yang paling
efektif dalam situasi, apapun bentuk pembelaan atau tekniknya. Jeet Kune Do menekankan individualitas dalam gerakan,
melalui praktek yang cocok,
tidak ada bentuk gerakan
baku, dan yang lebih penting,kesederhanaan gerakan. Pada dasarnya, tujuan dari Jeet Kune Do ini melakukan pembelaan yang efektif dalam pertarungan. Pola gerakan umum dalam
Jeet Kune Do yaitu tendangan yang tidak terlalu
tinggi, pukulan yang tepat,
dan memanfaatkan tenaga
lawan untuk menyerang balik si penyerang agar
kestabilan terjaga. Praktisi
dilatih dengan gerakan dasar:
memukul (meninju),
menangkap, mengunci dan
menendang. Gerakan dasar dari Jeet Kune Do mengandung banyak unsur
menutup dan teknik pukulan. Lee mengatakan bahwa prinsip dari Jeet Kune Do adalah seni beladiri yang tidak ada gaya akan tetapi sebuah kebebasan dari gaya,seperti yang dikatakannya dalam film Enter The Dragon,
yaitu , my style is no style .
Dalam seni bela diri, praktik
memang berbeda dengan
koreografi di dalam film, di
mana gaya dan unsur keindahan gerakan kurang
penting daripada unsur bela
dirinya. Setelah kematian Lee,pelatihan dalam Jeet Kune Dodilanjutkan oleh praktisi yang telah senior dan oleh teman-teman dari Lee.

Minggu, 15 November 2015

Brazilian jiu jitsu

Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ) dikenal sebagai seni beladiri yang sangat efektif dan bermanfaat bagi siapa pun yang mempelajarinya, baik untuk sekadar olahraga meningkatkan stamina, atau untuk pertahanan diri. Siapa pun Anda dapat mempelajarinya. Dan hal terpenting, belajarlah di dojo BJJ yang tepat dengan program latihan dasar yang benar. Sebagai pelajaran pertama Anda, kami meminta Lucas Lepri, juara dunia BJJ tahun 2007 yang berasal dari Brazil, untuk membagikan ilmunya.

LANGKAH 1: PEREGANGAN. Teknik peregangan tidak harus baku. “Biasanya, saya melakukan peregangan yang berbeda sebelum berlatih BJJ. Kadang dengan teknik peregangan seperti yoga,” ujar Lepri. Menurutnya, yoga memang baik jika dilakukan sebelum latihan. “Ada satu jenis latihan peregangan yang populer di Brazil yang dibuat oleh Alvaro Romano, dikenal dengan Ginastica Natural. Saya juga melakukan pengulangan atau drilling teknik yang ada pada BJJ, seperti passing the guard, sweeps, dan submission,” tambah peraih No-Gi World Champion berturut-turut sejak 2009 hingga 2011 ini.

LANGKAH 2: TEKNIK DASAR. Bagi Anda yang masih baru belajar, Lepri menyarankan untuk lebih fokus pada teknik-teknik dasar seperti menciptakan posisi, kuda-kuda, dan gerakan dasar lebih dulu. “Penting untuk mengikuti program alliance fundamental sehingga Anda yang  pemula akan lebih mengerti teknik dan gerakan dasar yang ada di BJJ, seperti mount, backmount dan lain-lain. Program ini mewajibkan Anda melakukan pengulangan dalam waktu tertentu sehingga akan membiasakan para pemula yang baru belajar,” terang Lepri.

LANGKAH 3: KOMBINASI TEKNIK. Latihan dasar yang baik untuk pemula tentu saja dengan memahami prinsip dasarnya, leverage. Yang dimaksud dengan leverage atau pengungkitan adalah penempatan posisi tubuh yang tepat sehingga Anda dapat mengalahkan lawan yang lebih besar dan kuat dengan menggunakan leverage, serta mengakhiri pertarungan dengan berbagai macam teknik kuncian dan cekikan. “Pemula juga dianjurkan untuk mempelajari dan mengkombinasikan teknik self defense BJJ dan teknik Sport BJJ. Pada teknik sport BJJ, Anda akan lebih diperkenalkan pada semua gerakan dan posisi yang ada pada BJJ seperti guard, side control, mount dan back mount. Kemudian, dilanjuti dengan sparring yang ringan untuk mencegah terjadinya cedera,” kata Lepri yang pernah menjuarai European Champion tahun 2011.

LANGKAH 4: KUASAI TEKNIK ANDALAN
. Salah satu teknik BJJ yang baik untuk self defense adalah rear naked choke atau teknik cekikan dari belakang. Teknik ini bisa dibilang sebagai salah satu teknik yang wajib Anda kuasai untuk mengalahkan lawan. Lucas Lepri sendiri dikenal gemar melakukan teknik cekikan ini pada pertandingan yang dihadapinya. “Teknik ini sangat berguna bila Anda menghadapi lawan yang jauh lebih besar, karena tidak butuh tenaga yang besar untuk melumpuhkannya,” tegasnya. Kelebihan teknik rear naked choke ini adalah dapat melumpuhkan lawan hingga membuatnya pingsan. Dan, apabila Anda tidak melepaskan cekikannya dalam jangka waktu yang lama maka dapat berakibat fatal, seperti kematian karena terhentinya peredaran darah dari leher yang mengalir ke otak.

Perlu Anda ingat, teknik BJJ memang selalu berkembang karena olahraga ini didasari pada pertarungan nyata, sehingga teknik-teknik yang digunakannya pun terus berevolusi. “So, in Brazilian Jiu Jitsu, never stop learning!”,tutur Lepri.

diambli dari : http://www.menshealth.co.id/fitnes.latihan/latihan/seni.beladiri.brazilian.jiujitsu/001/002/51

Judo

Judo adalah olahraga yang berasal dari Jepang yaitu (柔道 judo, yang berarti "cara lembut" atau cara lembut menjatuhkan lawan) Adalah seni bela diri modern dan olahraga perang yang diciptakan di Jepang pada tahun 1882 oleh Jigoro Kano. Ciri yang paling menonjol adalah unsur persaingan dan perlawanan, di mana objek melemparkan atau menjatuhkan lawan ke tanah, melumpuhkan atau menaklukkan lawan dengan bergulat, atau memaksa lawan untuk dengan mengunci sendi atau dengan mengeksekusi terus mencekik sampai tersedak. Judo dilakukan dengan menyodorkan tangan-tangan dan kaki serta senjata pertahanan adalah bagian dari judo, tetapi hanya dalam bentuk pra-diatur (kata) dan tidak diperbolehkan dalam kompetisi judo atau latihan bebas (randori).

Filosofi dan pedagogi selanjutnya dikembangkan untuk judo menjadi model untuk lainnya seni bela diri Jepang yang modern yang dikembangkan dari koryū (古 流, sekolah? Tradisional). Penyebaran di seluruh dunia judo telah menyebabkan pengembangan sejumlah cabang seperti Sambo dan Brazilian Jiu-Jitsu. Praktisi judo disebut judoka.

Judo dikembangkan dari Jujutsu, dan didirikan oleh Dr. Jigoro Kano (嘉纳 治 五郎) pada 1882. Olahraga ini menjadi model untuk seni tempur Jepang modern, gendai budo, dikembangkan dari sekolah koryu lama.

Awal mula Judo

Jigoro Kano menambahkan gayanya sendiri pada banyak cabang jujutsu yang ia pelajari pada masa itu (termasuk Tenjinshiyo dan Kito). Pada tahun 1882 ia mendirikan sebuah dojo di Tokyo yang ia sebut Kodokan Judo. Dojo pertama ini didirikan di kuil Eisho ji, dengan jumlah murid sembilan orang.

Tujuan utama jujutsu adalah penguasaan teknik menyerang dan bertahan. Kano mengadaptasi tujuan ini, tapi lebih mengutamakan sistem pengajaran dan pembelajaran. Ia mengembangkan tiga target spesifik untuk judo: latihan fisik, pengembangan mental / roh, dan kompetisi di pertandingan-pertandingan.

Tinju

Definisi Tinju

Tinju adalah olahraga dan seni bela diri yang menampilkan dua orang partisipan dengan berat yang serupa bertanding satu sama lain dengan menggunakan tinju mereka dalam rangkaian pertandingan berinterval satu atau tiga menit yang disebut "ronde". Baik dalamOlimpiade ataupun olahraga profesional, kedua petarung (disebut petinju) menghindari pukulan lawan mereka sambil berupaya mendaratkan pukulan mereka sendiri ke lawannya.

Penilaian Dalam Tinju

Nilai diberikan untuk pukulan yang bersih dan mantap ke bagian depan pinggang ke atas yang sah dari lawan, dengan pukulan ke kepala dan dada mendapat nilai lebih. Petinju dengan nilai yang lebih tinggi setelah sejumlah ronde yang direncanakan akan dinyatakan sebagai pemenang. Kemenangan juga dapat dicapai jika lawan dipukul jatuh dan tidak dapat bangkit sampai hitungan kesepuluh dari wasit (suatuKnockout atau KO) atau jika lawan dinyatakan tidak mampu melanjutkan pertandingan (suatu Technical Knockout atau TKO). Untuk keperluan rekor pertandingan, TKO dihitung sebagai KO.

Asal-Usul Kata Tinju

Kata Tinju adalah terjemahan dari kata Inggris "boxing" atau "Pugilism". Kata Pugilism berasal dari kata latin, pugilatus atau pinjaman dari kata yunani Pugno, Pignis, Pugnare, yang menandakan segala sesuatu yang berbentuk kotak atau "Box" dalam bahasa Inggrisnya. Tinju Manusia, kalau terkepal, berbentuk seperti kotak. Kata Yunani pugno berarti tangan terkepal menjadi tinju, siap untuk pugnos, berkelahi, bertinju. Dalam mitologi, bapak dan Boxing adalah Poliux, saudara kembar dari Castor, putera legendaris dari Jupiter dan Leda.


Sejarah Tinju

Pertandingan tinju yang pertama tercatat dalam sejarah adalah antara lain melawan Abel. Kitab mahabrata juga mencatat pertandingan-pertandingan tinju, hal mana mendahului pencatatan cerita-cerita perkelahian di antara bangsa Yunani, Romawi, dan Mesir. Petinju terkenal pertama berkebangsaan Yunani bernama Theagenes dari Thaos yang menjadi juara Olympic Games 450 Masehi. Ia melakukan pertandingan sebanyak 1.406 kali dengan menggunakan cetus sarung tinju yang terbuat dari besi. Kebanyakan dari lawan-lawan itu tewas ketika bertarung melawannya. Meskipun boxing terkenal berabad-abad lamanya sebagai suatu bentuk hiburan, namun seorang Inggris yang bernama James Ping adalah James Broughton, juara britania, yang juga merupakan orang pertama yang menggunakan sarung tinju. Peraturan dan sarung tinju ini di perkenalkan pada tanggal 10 Agustus 1973.


Kelas Dalam Tinju

-Kelas bulu (bahasa Inggris: featherweight) adalah kelas berat badan dalam olahraga tinju, gulat, dan mixed martial arts (MMA). Dalam olahraga tinju, berat petinju untuk kelas ini adalah 57kilogram (126 pound) . Kelas ini mulai diterima luas pada tahun 1889 sejak pertarungan antara Ike Weir dan Frank Murphy.

Ronde Dalam Tinju

Ronde adalah ukuran pembagian waktu untuk sebuah pertandingan. Istilah ini umumnya digunakan untuk olahraga tinju, muay thai, atau bela diri satu lawan satu lainnya.


Durasi

Dalam 1 ronde, terdiri dari:
  • 3 menit pertandingan + 1 menit istirahat (tinju profesional)
  • 3 menit pertandingan + 1 menit istirahat, atau 2 menit pertandingan + 30 detik istirahat (tinju amatir).


Jumlah Ronde
  • Tinju profesional, jumlah ronde terbagi menjadi beberapa tingkatan:
  • Tinju Amatir:

- 4 ronde untuk tingkat pemula - 6 ronde untuk tingkat selanjutnya - 8 ronde untuk tingkat lebih tinggi - 10 ronde untuk tingkat mahir - 12 ronde untuk tingkat kajuaraan (baik dunia, regional maupun nasional). Meskipun jumlah ronde ini baku, tapi tidak ada peraturan yang mengikat, dan badan tinju di masing-masing negara boleh saja menentukan jumlah ronde sendiri.
Di masa lalu, jumlah ronde tidak dibatasi (pertandingan selesai jika salah satu petinju kalah KO, namun seiring dengan meningkatnya peraturan demi keselamatan petinju jumlah ronde mulai dibatasi hingga 24 ronde, 15 ronde dan kemudian terakhir 12 ronde, menyusul tewasnya petinju Duk-ko Kim atas Ray Mancini. Namun banyak pihak menyangsikan bahwa pengurangan jumlah ronde ini murni demi keselamatan petinju, melainkan karena tekanan stasiun televisi untuk menyesuaikan jam tayang dan keperluan komersial (iklan).
Saat ini ada wacana untuk membatasi jumlah ronde hingga 10 saja bagi kejuaraan nasional dan regional, namun sampai saat ini belum ada realisasinya.
Jumlah ronde bervariasi, ada 3 ronde, 4 ronde dan 6 ronde (semakin banyak jumlah ronde, durasi ronde akan berkurang).

Hapkido

Hapkido


Hapkido adalah seni bela diri Korea, dan menggabungkan teknik dari Karate, Aikido dan Judo. Ini juga menarik lainnya pengaruh dari seni bela diri asli Korea. Karakteristik untuk Hapkido adalah kunci pergelangan tangan dan melempar yang dapat terlihat sangat spektakuler. Tersedia Hapkido seragam putih dan hitam, dan memiliki karakteristik pola berlian.
Dikembangkan pada 1940-an dan 50-an, pendirinya Grandmaster Choi telah mempelajari seni bela diri pertama di Jepang, di sebuah sekolah Daito-Ryu Aiki-Jujitsu, bentuk kuno Jujitsu yang dipraktekkan kebanyakan oleh Samurai.

On Choi's kembali ke Korea, ia menambahkan banyak teknik untuk membela melawan serangan jenis tertentu, dan meminjam banyak dari gaya lain. Nama apa yang dikenal sebagai Hapkido hari ini berubah beberapa kali, dan mahasiswa terkenal seperti Ji Choi Han Jae terus mengembangkan seni dan instrumental dalam membawa Hapkido ke barat, di mana diajarkan untuk FBI dan badan-badan pemerintah AS lainnya.

Selama waktu ini Ji Han Jae bertemu Bruce Lee, yang sangat terkesan dengan teknik-teknik Hapkido. Ji Han Jae melatih Bruce Lee, yang kemudian melanjutkan dan aspek-aspek tertentu dimasukkan ke dalam Hapkido perkembangan muncul sendiri gaya, Jeet Kune Do.

Hapkido Asal: Korea
Pendiri Hapkido: Yong Shui Choi (juga dikenal sebagai Choi Yong Sul)
Dipopulerkan oleh: Grandmaster Ji Han Jae (Pendiri Sin Moo Hapkido) dalam belum selesai "Game of Death" film oleh Bruce Lee

Tai Chi

EJARAH DAN ASAL MUASAL TAI CHI


Kata Tai Chi pertama kali ditemukan didalam “Kitab Perubahan” pada zaman dynasti Zhou. Disana dikatakan : “ Dimana ada Tai Chi disitu tercipta kedamaian dan harmoni antara positive dan negative” . Tai Chi sendiri berarti supremacy atau yang tertinggi, kemutlakan, ke-ekstreem-an dan keunikan. Tai Chi Quan mengambil nama dari implikasi dari superioritas. Tai Chi Quan menemukan namanya ketika seorang master Wushu sekuler dari Shanxi, master Wang Zongyue menggunakan phylosophy positive-negative dari Kitab Perubahan untuk menjelaskan prinsip2 dari Chuan.
Banyak pendapat berlainan tentang asal muasal Tai Chi Quan. Ada yang mengatakan bahwa itu adalah  ciptaan dari Zhang Sanfeng pada jaman dinasti Song (961 – 1279) sementara yang lain mengatakan bahwa itu diciptakan oleh Han Gongyue dan Cheng Lingxi pada jaman dinasti Liang (502 – 557). Ada juga yang mengatakan bahwa itu diciptakan oleh Xu Xuanping atau Li Daozi pada jaman dinasti Tang (618 – 907). Hingga saat ini tidak ada catatan sejarah yang dapat membuktikan kebenarannya. Antara legenda dan catatan bercampur menjadi satu. Menurut penyelidikan yang dilakukan oleh Tang Hao, seorang ahli sejarah Wushu, Tai Chi Quan pertama kali dilatih dan dipraktekkan didalam keluarga Chen dilembah Chenjia yang terletak di desa Wenxian di propinsi Henan. Penggubah pertama dari Tai Chi Chuan adalah Chen Wangling, seorang guru dan ahli bela diri. Chen menggabungkan pemahaman2nya tentang latihan olah bathin peninggalan leluhurnya; falsafah tentang positive dan negative didalam Kitab Perubahan dan teori ilmu pengobatan China jalan darah dan aliran darah, aliran udara dan energy didalam tubuh manusia dengan latihan dan praktek Wushu dalam keseharian. Dia mengambil hal2 yang baik dari macam2 perguruan atau sekolah pada jaman dinasty Ming, Khususnya tentang 32 gerakan Qi Jiguang dari Chuan (jurus2 Chuan yg banyak) dan kemudian mendirikan sekolah Tai Chi Quan.
Setelah perkembangan ber-tahun2, berbagai gaya Tai Chi diciptakan. Yang paling populer  dan berkembang luas adalah 5 gaya berikut : Tai Chi Quan gaya Chen, Tai Chi Quan gaya Yang, Tai Chi Chuan gaya Wu , Tai Chi Quan gaya Wu Yuxiang dan Tai Chi Quan gaya Sun. Meskipun banyak gaya dan bentuk, tetapi gerak Tai Chi Chuan tetap kalem, lembut, relax tetapi penuh konsentrasi. Dalam Tai Chi Quan tulang punggung adalah pusat gerak putaran (pivot) dimana semua bagian badan yang lain bergerak disekelilingnya. Kekuatan dan daya dibangun dari tulang punggung dan pinggang sebelum disalurkan ke tangan dan kaki. Gerakannya semua dilakukan dengan perlahan, terus menerus berkesinambungan  dan lembut. Kekerasan dibangun didalam kelembutan. Yang ada berasal dari yang tiada. Semua pelaku Tai Chi  diminta bernafas secara halus dan terus menerus. Energy yang berasal dari dalam di cerminkan dalam gerak dan tindakan diluar.
Teori Tai Chi dikembangkan ketika Wang Zongyue menulis buku “On Tai Chi Quan”. Selanjutnya teori tentang Tai Chi semakin matang dengan tulisan2 tentang Tiga belas jurus dasar, Tiga belas sikap, Rahasia tentang tiga belas sikap kuda2, Inti dari seni bela diri, Sejarah seni bela diri, Pertarungan tangan kosong Tai Chi, dan Lima Unsur Dasar.
Seperti disebutkan sebelumnya bahwa Tai Chi Quan adalah aktifitas untuk meningkatkan kesehatan dan penyembuhan. Lebih lanjutnya adalah karena efek dari fungsi otak. Berlatih Tai Chi membawa lebih banyak darah mengalir membawa oksigen memasuki bagian yang terlindung, ke “cerebral cortex” - bagian otak yang merupakan pusat2 sensor, pusat syaraf motorik, pusat bicara, penciuman dll, dan juga ke “modulla oblongata” yang menjadi pusat syaraf otonom, sehingga bagian2 yang tidak aktif menjadi terbangun dan terangsang untuk berfungsi aktif. Sebagai hasilnya fungsi otak akan terlatih dan terpacu dengan terus menerus karena latihan Tai Chi Quan. Berbagai penyakit yang terjadi karena tidak berfungsinya sistim syaraf akan tersembuhkan.
Tai Chi dan Tai Chi Chuan.
 Tai Chi Chuan juga disebut “phylosophy Tai Chi”, artinya segala sesuatu yang berhubungan dengan pemikiran Tai Chi dalam phylosophy klasik Cina kuno. Untuk belajar Tai Chi Chuan, kita harus mengerti pemikiran tersebut yang akan membantu kita memahami tehnik Tai Chi Chuan. Pada intinya, Tai Chi Quan mendasarkan semua aktifitas alam semesta, termasuk aktifitas tubuh manusia, pada pengertian tentang keseimbangan.Tai Chi merujuk pada pengertian lama dalam phylosophy China. Keberadaan / keseimbangan alami yang berputar terus menerus. Keberadaan manusia adalah statusnya sebagai bagian dari alam semesta. Seperti keberadaan seorang bayi didalam kandungan ibu. Lao Zi, pendeta Taoisme, menulis bahwa dalam hidupnya manusia akan selalu berhadapan dan mengalami tekanan2 keadaan hidup yang akan mengakibatkan ketidak seimbangan dalam dirinya dan menyebabkan sakit. Dengan demikian manusia harus berlatih agar tubuhnya dan pikirannya bisa menjadi relax seperti keadaan bayi didalam kandungan. Phylosophy klasik China tersebut mengatakan bahwa segala sesuatu berasal dari Tai Chi. Seluruh proses tersebut tertulis didalam “Kitab Perubahan” yang ditulis pada masa dynasty Zhou (1100 – 221 BC).“Tai Chi menyebabkan dua hal yang berlawanan. Dua hal tersebut menyebabkan terjadinya  empat musim dan empat musim melahirkan delapan fenomena alam (ledakan surga, bumi, halilintar, angin, air, api, gunung dan danau)”. Delapan fenomena alam melahirkan segalanya. Dua hal yang berlawanan tersebut yaitu Yin (negative) dan Yang (positif) masih tetap ada didalamnya dan mengendalikan semua sistim agar berjalan seimbang.
Gambar di bawah  merupakan simbol Tai Chi, dimana hitam melambangkan Yin dan putih melambangkan Yang, menyesuaikan perubahan bentuk satu dengan lainnya dan juga saling tergantung satu dengan lainnya. Keadaan yang harmonis dan seimbang antara ‘Yin’ dan ‘Yang’ disebut “kondisi Tai Chi”.
Simbol Yin Yang
Tubuh manusia juga tergantung pada keseimbangan antara Yin dan Yang. Jika Yin dan Yang seimbang, maka badan dan pikiran kita juga akan berada dalam kondisi yang bagus. Sebaliknya, ketidak seimbangan menyebabkan orang menjadi sakit. Sehingga untuk menjaga kesehatan, seseorang harus menjaga keseimbangan Yin – Yang nya.
Menyerang dan bertahan juga merupakan bentuk keseimbangan yin-yang. Jika hubungan antara serangan dan pertahanan di atur dengan baik tujuan utama dalam pertarungan juga akan tercapai. Dengan demikian pencapaian keseimbangan yin-yang dalam tubuh kita merupakan hal penting dalam menguasai pertarungan. Tidak hanya dalam perkelahian tetapi memenangkan pertarungan hidup.
Dasar pemikiran phylosophis Tai Chi diatas adalah esensi pokok yang berada didalam  setiap latihan Tai Chi Quan.
Yin dan yang dibagi dalam semua gerak latihan; hubungan antara yin – yang terdapat didalam semua gerak Tai Chi Quan, apakah dalam keadaan “jadi” atau didalam “proses gerak”. Adalah satu keniscayaan yang jelas antara “kosong” dan “isi”, ‘atas’ dan ‘bawah’ dalam setiap gerakan.
Dalam gerak ‘tan-pien’ (cambuk tunggal), tangan yang didepan adalah telapak tangan terbuka dan bersifat ‘yang’ dan tangan yang dibelakang adalah tangan pancing yang bersifat ‘yin’ (gambar kiri). Dalam gerak “ular melata”, yin-yang terbagi di keempat anggauta badan (gambar kanan)
Jika kepala sedikit mendongak, dia bersifat ‘yang’ dan selangkangan yang sedikit terbuka dan merendah bersifat ‘yin’.
     
Dalam gerak ‘tan-pien’ (cambuk tunggal), tangan yang didepan adalah telapak tangan terbuka dan bersifat ‘yang’ dan tangan yang dibelakang adalah tangan pancing yang bersifat ‘yin’ (gambar kiri). Dalam gerak “ular melata”, yin-yang terbagi di keempat anggauta badan (gambar kanan)

Jika berat badan berada di tungkai kiri maka ia menjadi kokoh dan bersifat ‘yang’ sedang tungkai kanan dalam keadaan kosong dan bersifat ‘yin’.
Pada saat yang bersamaan elemen2 yin dan yang mempunyai kecenderungan untuk melakukan perubahan ke keadaan yang sebaliknya. Demikianlah gerak Tai Chi Quan berubah secara tetap dan lembut berkesinambungan seperti awan yang bergerak atau air yang mengalir
Ada gerak lengkung dan melingkar disetiap gerakan: Simbol Tai Chi berbentuk bulat. Antara yin dan yang bergerak harmonis, terjadi perubahan secara terus menerus dalam gerakan yang lembut. Gerak lingkar adalah bentuk kondisi alami dari struktur tubuh manusia, memudahkan pertukaran bentuk  dan mengatur hubungan yin-yang secara lembut.
Gerak dan diam ada bersama sama. Pergerakan senam Tai Chi Quan adalah perlahan dan santai. Dikatakan diam didalam gerak dan gerak didalam diam untuk mencapai relaxasi dari pikiran dan tubuh kita. Pada saat yang bersamaan, pada posisi kuda2 yang kokoh, akan ada gerak dalam kondisi diam tersebut sehingga pergerakan tidak terhenti sehingga pikiran dan energy tidak terhenti. Gerak dan diam adalah dua hal yang berlawanan antara yin dan yang. Kebersamaan antara gerak dan diam membentuk pemikiran dasar Tai Chi Quan : “ Ada ‘yin’ didalam ‘yang’ dan ada ‘yang’ didalam ‘yin’.
Keras dan lembut terpadu. Jika terlalu keras akan mudah dipatahkan; Jika terlalu lembut akan mudah rusak. Tai Chi Chuan mengutamakan kelembutan untuk mencapai keras. Dalam gerak yang ringan dan lembut terdapat penekanan - yang dibantu dengan daya pikir pada saat yang bersamaan. Dimana ada gerak tubuh disana ada pengendalian pikiran. Emosi kemarahan adalah perubahan bentuk dari luapan “kekerasan”. Pada saat berlatih, gerakan dilakukan dengan lembut sedangkan keras di implikasikan dalam bentuk kuda-kuda. Dengan demikian tercapailah gerakan menyeluruh, apakah pada saat maju atau mundur, pada saat naik atau merendah atau pada saat membuka dan menutup. Pada saat satu bagian bergerak, maka seluruh badan mengikuti bergerak. Hal ini secara efektif melatih kemampuan menyatukan gerak tubuh dan harmonisasi yin dan yang.
Dasar Tai Chi adalah suatu system yang sangat kuat dan terdapat didalam Tai Chi Quan dengan segala bentuk geraknya. Pembahasan diatas adalah beberapa bentuk ilustrasi saja. Dari waktu ke waktu sejalan dengan latihan dan pendalaman kita, kita akan semakin mengenal apa itu Tai Chi Quan.
Di Tulis ulang oleh : Muhammad Nurussalam, dr., MARS
Sumber : Bp. Djoko Pratjojo – praktisi Tai Chi Chuan.
Beberapa Pamahaman Yang Salah Tentang TAI CHI
Ditulis oleh Koh Lie
Selama ini ada pemahaman umum yang salah mengenai Tai chi.
Pertama, orang memahami bahwa berlatih tai chi adalah melakukan gerakan "tarian" tai chi yang lembut dan indah dipandang. Aspek penting yang dilupakan adalah jikung. Orang malah memandang jikung adalah latihan untuk kesehatan, yang terpisah dari tai chi. Berlatih tai chi tidak bisa dipisahkan dari berlatih jikung karena jikung merupakan aspek inti dari tai chi. Berlatih tai chi tanpa berlatih jikung hanya akan mendapat sedikit sekali manfaat (baca: dari pada tidak olah raga sama sekali). Gerakan lembut tai chi hanyalah kulit semata, tetapi isinya ada pada jikung. Berlatih jikung ibarat kita mengisi energi (sehingga latihan tai chi disebut latihan tenaga dalam). Inilah rahasianya mengapa para master tai chi bisa begitu hebat bela dirinya.
Kedua, orang berlatih Tai chi hanya ditujukan untuk kesehatan. Sejarah lahirnya Tai chi adalah untuk beladiri. Dalam legenda, suatu hari Zhang San Feng menyaksikan pertarungan antara seekor ular dan bangau. Pertarungan tersebut memberi inspirasi untuk merubah gaya Shaolinnya yang keras menjadi gaya yang lebih lunak. Gaya ini yang kemudian berkembang menjadi berbagai aliran tai chi yang sekarang ini. Orang yang berlatih Tai chi hanya untuk kesehatan tanpa memikirkan aspek beladirinya akan kehilangan esensinya, tetapi orang yang berlatih Tai chi untuk beladiri pasti akan mendapatkan aspek kesehatannya. Dalam Tai chi harus selalu ada keseimbangan antara Yin (aspek beladiri) dan Yang (aspek kesehatan).
Ketiga, latihan tai chi bukanlah obat bagi suatu penyakit. Pemaham ini yang umumnya menyebabkan seseorang yang berlatih karena menderita penyakit tertentu akan berhenti berlatih karena tidak segera mendapatkan kesembuhan penyakitnya. Tetapi berlatih tai chi secara teratur bisa membantu untuk mempercepat penyembuhan dari penyakit. Perlu dipahami, misalnya penderita asma, dia menderita penyakit tersebut sudah bertahun-tahun. Sudah tentu dia tidak akan sembuh hanya dengan berlatih selama satu-dua bulan saja. Tetapi dari pengalaman, biasanya mereka mulai merasa enak setelah berlatih selama sekitar satu bulan.
ILMU TAI CHI PRO PATRIA
Latihan tai chi Pro Patria merupakan ilmu yang sudah turun-temurun diwarisi dari para pendekar terdahulu. Latihannya meliputi jikung dan tai chi chuan. Latihan jikung menjadi dasarnya, sedangkan latihan tai chi merupakan aplikasi beladirinya (Walau demikian, orang yang berlatih tai chi hanya untuk kesehatan tetap bisa berlatih, dengan mengurangi porsi latihan untuk beladirinya).
Latihan jikung di Pro Patria sendiri sangat banyak dan beragam, tetapi secara garis besar (berdasar tingkat "keras"-nya) bisa dikelompokkan menjadi 3, yaitu: jikung lunak, jikung menengah, dan jikung "keras". Pengelompokkan ini hanya untuk memudahkan untuk kelompok mana latihan jikung tersebut diberikan. Misalnya, jikung lunak lebih ditujukan untuk orang pemula (belum pernah berlatih) atau orang tua. Tetapi bukan berarti jikung keras tidak bisa untuk orang tua atau pemula. Dengan sedikit perubahan bentuk, latihan tersebut bisa diterapkan untuk semua orang. Dan sebaliknya, belum tentu orang yang sudah sering berlatih bisa dengan mudah berlatih jikung lunak. Karena setiap latihan jikung mempunyai tingkat kesulitan dan tantangan sendiri-sendiri.
Latihan tai chi Pro Patria yang lebih dikembangkan adalah tai chi gaya Yang. Latihannya dibagi menjadi beberapa tingkatan: tingkat dasar, menengah, dan tingkat lanjut.
Materi tingkat dasar yaitu wu shing chuan atau tai chi panca unsur. Gerakan tai chi panca unsur meliputi lima gerakan utama tai chi yang meliputi: gerakan unsur logam (Lo Shi Yao Pu), unsur air (Tan Pien), unsur kayu (San Thong Pi'), unsur api (Yu Teng Ciau), dan unsur tanah (Lan Jie Hwe), ditambah dua gerakan penghubung (Ye Ma Fen Cung dan Co Sia Se Tu' Li').
Gambar 1: Potongan Gerakan Tai Chi Wu Shing Chuan
 Tai Chi Wu Shing Chuan
 Materi tai chi tingkat menengah yaitu tai chi gaya Yang yang disederhanakan atau lebih dikenal dengan tai chi 24 jurus. Materi ini yang diberikan karena sudah mencakup semua aspek gerakan beladiri tai chi.
Materi tai chi tingkat lanjut meliputi latihan tui shou atau tangan melekat dan aplikasi beladiri berpasangan. Aplikasi berpasangan ini meliputi latihan dengan sasaran benda mati, untuk melatih pelepasan/ledakan energi, dan berpasangan dengan lawan (sparring), untuk melatih teknik beladirinya.
 Referensi :
 Artikel Sufi. ”Tai-Chi Dan Gerakan Dalam Sholat”, www.sufinews.com, Publikasi 27 Februari 2004
Eric Chaline, „Die Kunst des Tai Chi : Übungen für Korper, Seele und Geist“. Terjemahan dari Tai Chi for Body, Mind and Spirit“, Quattro Inc., 1998
Majalah Nirmala, “6 Manfaat Tai-Chi”.
Schule an der Haardt. ”Was ist Tai Chi Chuan? Was bewirkt Tai Chi Chuan?“, www.tai-chi-kung.de
http://en.wikipedia.org/wiki/Tai_chi.
Wong Kiew Kit – “The art of Shaolin Kung Fu”
Zhang Fuxing – “Handbook of Tai Chi Chuan”
Stewart Mc Farlane – “Tai Chi for Health, Strength and Fitness”